Jeritan Hati Seorang WTS
Jeritan Hati Seorang WTS
kupandang langit diufuk utara
indah, merah tidak terlukiskan dengan kata kata
sewaktu senja tlah tiba
kusiapkan jiwa raga untuk bercinta
angin dingin bertiup diufuk timur
aku mulai merapikan kasur
menemani pelanggan hingga aku tertidur
kukuatkan tekadku agar perjuanganku tidak terbentur
terlepas dari segala norma susila dan agama
ku mulai membuka beha dan celana
pelanggan sudah mulai terpana
akan keindahan tubuhku karya sang pencipta
kurebahkan diriku diatas ranjang
kupersembahkan diriku demi sejumlah uang
ku nikmati sedetik demi sedikit waktu yang tlah terbuang
kugoyangkan pinggulku agar pelanggan senang
tiada pernah aku bermimpi akan sehina ini
demi sesuap nasi harga diri kugadai
seakan aku tlah dicampakan oleh ibu pertiwi
yang tiada pernah merasakan apa yang tlah ku alami
padamu ku berharap dan percaya
akan masa depan indonesia
meski tlah kau buat rakyat menderita
tapi apa daya kuhanya rakyat jelata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar