“Bila Esok Datang Lagi “
(Dilema hati seorang penderita Hiv/Aids)
Aku terpatri dalam larutMengasing dalam sepi
Hening malam semakin mendukung kebisuanku
Tak ada sepatah katapun yang terucap
Aku hanya mendengar lolongan anjing malam yang bersuka ria
Dengan kemabukannya
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Selain diam dan membisu
Menyepi dibalik kamar peraduanku
Dalam sekejap
Cairan bening merembes dari kedua kelopak mataku yang sayu
Dan merintih………
“ Ya Rabb……..
Lama sekali kutinggalkan diri-Mu
Hatiku seolah gelap oleh suguhan dunia yang fana
Yang telah melemparku kedasar laut kehinaan
Kini aku terbaring lemah dan terkapar tanpa daya
Mencicipi semua kebinalanku
Membusuk dalam virus-virus kematian
Virginitasku rusak dan terinfeksi
Kini………
Semua orang pergi meninggalkanku
Mereka seolah jijik dan aku bagaikan tumbukan-tumbukan sampah yang tak berharga
Padahal……………
Dulu sewaktu ragaku bersih
Mereka menghampiriku dan berbondong-bondong memperebutkanku
Kini…..
Jiwa dan ragaku kotor oleh tangan-tangan kebinalan yang membuatku jatuh dalam kesesatan juga kehinaan
Duh Rabbi………
Masihkah ada pintu maafmu?
Hamba bertaubat dan bersujud padamu
Hari ini kuikrarkan diriku untuk mengabdi padamu
Dan menebus semua khilaf yang terukir”
Dan bila esok datang lagi
Aku akan bangun dengan jiwa ketuhanan-Mu
Merengkuh pahala surga-Mu
Hidupku…….
Matiku…….
Kan kupersembahkan tuk mengabdi padaMu
Tak ada jalan lain selain mensucikan diri
Dan bertaubat pada-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar